Surat Terbuka dari Bumi Jihad Fallujah, Kota Kaum Muslimin yang Dilupakan Dunia

Bumi Jihad Fallujah

Surat Terbuka dari Bumi Jihad Fallujah, Kota Kaum Muslimin yang Dilupakan Dunia

Beberapa minggu lalu linimasa media sosial diramaikan dengan hashtag #SaveAleppo. Kota Aleppo, dibombardir oleh pesawat udara oleh rezim Assad yang dibantu oleh Rusia. Serentak dunia internasional berteriak, Save Aleppo. Banyak Ulama menyerukan hentikan kebiadaban terhadap Aleppo. Banyak organisasi kemanusiaan berlomba-lomba mengumpulkan donasi untuk membantu Aleppo.

Minggu ini, kejadian serupa terulang tapi di kota yang berbeda. Pelakunya pun tidak sama, hanya korbannya yang sama yaitu sama-sama MUSLIM. Sebagai komparasi, bila Aleppo dihujani 400 roket dalam seminggu maka Fallujah dihujani roket hingga 1000 roket dalam waktu satu hari! Namun lihatlah, ada perbedaan yang diberikan oleh dunia internasional, dunia Islam, dan para Ulama. Ada standar ganda terlihat.

Kini tidak ada seruan dan hashtag #SaveFallujah atau #PrayForFallujah. Banyak yang diam, bungkam. Apakah itu karena Fallujah, yaitu kota yang dibombardir adalah kota yang dikuasai ISIS? Satu negara baru yang mereka tuduh sebagai Khawarij sehingga mereka enggan bersuara, bahkan cenderung menyalahkan ISIS. Sebaliknya, mereka mengatakan bahwa merekalah yang menyebabkan Fallujah dibombardir rezim Syiah Safawi yang dibantu oleh rezim Syiah Iran dan pesawat udara Amerika yang berangkat dari pangkalan udara mereka di Qatar, Arab Saudi dan UEA.

Sungguh sebuah ironi. Ataukah banyak dari Ulama tersebut yang enggan bersuara karena mereka tahu bahwa pemerintah negara mereka ikut terlibat. Sungguh akal sehat dan nurani kemanusiaan terluka. Tak pantas satu pun wilayah muslimin dikoyak oleh kaum kuffar seperti ini. Apakah kita sebagai muslim tidak merasa muslim Fallujah bagian dari diri kita sehingga tidak merasa tersakiti? Sungguh satu musibah jika kita merasa tersakiti hanya bila muslim di tempat tertentu yang diserang. Sementara bila tempat yang lain yang diserang, maka kita kita merasa biasa saja, bahkan di dalam hati merasa bersyukur hanya karena penguasa tempat tersebut bukan jamaah atau organisasi kita.

Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung, karena kaum muslimin Fallujah selama ini enggan berteriak-teriak, menangis-nangis, meraung-raung sekadar menghiba perhatian dan pertolongan dari dunia Internasional. Mereka hanya bergantung pada Rabb Semesta Alam. Mereka tetap berdiri penuh kemuliaan di tengah himpitan dunia, dengan menjihadi musuh-musuh Allah dan Rosul-Nya.

Terakhir, jika kita masih menganggap Muslim Fallujah saudara kita, maka lantunkanlah doa agar Allah Subhannahu Wa Ta'ala memudahkan urusan mereka dan mampu mengalahkan musuh-musuh Allah. Doa agar anak cucu mut'ah itu disungkurkan oleh Allah di wajah mereka, agar para kafir Amerika itu merasakan panasnya darah mereka, dan para thogut murtad itu dirubuhkan oleh Allah kekuasaannya. Itu semua agar jelaslah kebenaran bagi yang samar, serta agar yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Kami akhiri tulisan ini dengan sebuah permintaan dari dalam Fallujah.

Ya Ahlul Sunnah Kami tak membutuhkan dari kalian makanan atau obat-obatan. Tapi kami ingin kalian berdoa bagi kami.

#PrayForFallujah

Akhukum Fillah. Abu Hanzhalah Al Indunisyi.

Editor : sw

Source

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment

Widget

Blogroll