Siapa Lagi Mukmin yang Masih Sanggup Berjuang di Palagan Suriah? | Part 2


Siapa Lagi Mukmin yang Masih Sanggup Berjuang di Palagan Suriah? | Part 2

Rezim Bashar al-Assad telah menggunakan semua jenis senjata, termasuk menggunakan bom 'barrel', gas sarin dan melakukan pembantaian terhadap anak-anak di sekolah-sekolah, orang-orang di pasar dan penjual di toko roti dan rumah-rumah penduduk sipil. Semuanya disasar dengan alasan menyerang 'teroris'.

Sekarang, tujuan kebijakan Putin tampaknya fokus memperkuat posisi Assad di pantai dan bagian depan wilayah Selatan dan mendukung pasukan tentara Bashar yang sudah kehilangan nyali perang. Tapi, itu tidak akan pernah berhasil! Pasti akan gagal.

Moskow berada di persimpangan jalan di Suriah dan harus memilih antara penyelesaian politik atau eskalasi militer yang akan membuat "Afghanistan baru". Moskow pasti akan membayar mahal atas keterlibatannya dalam perang di Suriah. Menteri Pertahanan AS Ashton Carter, mengatakan bahwa serangan udara Moskow di ibaratkan "menuangkan bensin pada bara api".

Serangan udara Rusia itu, seperti menggembleng para Jihadis, seperti yang pernah terjadi di Afghanistan tiga dekade lalu. Inilah yang bakal terjadi. Tidak akan pernah mundur para Jihadis dari medan palagan, Mereka orang-orang yang dengan ikhlas mewakafkan jiwa dan raganya bagi kemuliaan Islam. Mereka akan secara totalitas terus berperang dan tidak akan meninggalkan medan perang.

Suriah akan mirip dengan Afghanistan. Uni Soviet mengirim "tentara dan penasihat" ratusan ribu ke Afghanistan di awal 70 an. Ingin mengakhiri pemberontakan negeri di kaki Himalaya. Namun, Rusia dikalahkan oleh Mujahidin dan kemudian menarik pasukannya tahun 1989. Bersamaan runtuhnya imperium komunis Soviet.

Sekarang, dua puluh enam tahun kemudian, Rusia sedang berjudi dan mencoba mengalahkan para Mujahid di Suriah dengan serangan udara. Sementara Rusia mengandalkan tentara Assad, milisi Hizbullah, pasukan reguler Iran di darat.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Juli lalu, menerima pemimpin Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Suleimani yang terlibat dalam perang di Irak. Sementara itu dalam perang di Suriah, Hesbullah dalam dua tahun terakhir kehilangan 1500 pejuangnya. Inilah kenyataan pahit yang harus diterima Iran dan Hesbullah.

Perang di Suriah yang melibatkan ribuan jihadis asing dan pejuang Islam di medan perang dan pasti akan berakhir dengan kemenangan mereka. Serangan udara Rusia hanya akan lebih menggembleng mereka menjadi orang-orang yang sabar, menanti janji Rabbnya dan janji-Nya tidak akan pernah diingkari.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan 'Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya mengatakan), Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat dan didalamya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kalian minta. Sebagai rezeki yang tersedia bagi kalian dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Siapakah yang leibh baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, Mengerjakan amal yang shalih dan berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri”. (Al-Qur'an : Fushilat : 30-33).

Semoga engkau tetap bersabar di bumi jihad Suriah, wahai para Mujahid. Wallahu'alam.

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment

Widget

Blogroll