Siapa Lagi Mukmin yang Masih Sanggup Berjuang di Palagan Suriah? | Opini (bagian 1)


Siapa Lagi Mukmin yang Masih Sanggup Berjuang di Palagan Suriah? | Opini (bagian 1)

Siapa lagi Mukmin yang masih sanggup berjuang di palagan perang di Sruiah? Setiap hari menghadapi kematian. Setiap hari pesawat tempur Rusia menumpahkan rudal. Setiap hari pesawat tempur rezim Bashar al-Asssad menghujani dengan bom 'barrel'.

Setiap hari pesawat tempur koalisi Amerika menyerang orang-orang yang masih bertahan di Suriah. Melengkapi penderitaan Mukmin di Suriah. Penderitaan tanpa batas. Penderitaan yang sudah tidak ada bandingan di muka ini. Perang yang sangat brutal. Tidak ada dalam sejarah kemanusiaan, seperti yang terjadi di Suriah.

Setiap hari hanya melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Kematian, kehancuran, dan orang-orang yang terluka dan mengerang kesakitan. Setiap hari hanya melihat orang-orang berlarian mengusung jenazah, menyelamatkan diri dari kamatian, atau berlari meninggalkan rerunuhan gedung yang hancur, atau mengangkat korban dari timbunan reruntuhan gedung.

Sekali pesawat tempur rezim Bashar al-Assad, menjatuhkan bom 'barrel' lebih dari 100 orang tewas, dan ratusan lainnya luka-luka. Perang di Suriah, sejatinya hanyalah pembantaian massal atau 'horror' terhadap rakyat sipil, yang diperagakan oleh rezim Bashar al-Assad. Kekejian yang sangat biadab. Tapi, masih ada yang mengatakan bahwa membela Bashar al-Assad, menyelamatkannya dari kejatuhan Suriah ke tangan teroris?

Hanya dengan berbekal kata 'teroris' sekarang, Rusia, Amerika, Iran, dan Bashar, tanpa hati nurani melakukan pembantaian massal terhadap rakyat Suriah. Dengan alasan memerangi Daulah Islamiyah (ISIS), kemudian terus-menerus menghujani rakyat Suriah dengan rudal dan bom 'barrel'. Kekejian yang sangat biadab, dan tidak ada bandingannya dalam sejarah kemanusiaan.

Sungguh sangat ironi, September 2013, Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam pernyataannya yang menjadi 'headliine' di New York Times, memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangan yang dilancarkan terhadap Suriah "akan menghasilkan lebih banyak korban yang tidak bersalah dan akan terus terjadi eskalasi, berpotensi menyebarkan konflik jauh melampaui perbatasan Suriah”, ucap Putin.

Sekarang, dua tahun kemudian, Moskow melakukan kampanye pengeboman sendiri di Suriah, menargetkan para pejuang Islam, dan hanya ingin menyelamatkan rezim Assad dan meningkatkan bargainingnya secara geopolitik di Timur Tengah.

Tindakan Rusia ini hanya akan menciptakan bencana kemanusiaan dalam sejarah dunia Arab, dan hanya akan memperpanjang konflik, memperluas eskalasi lebih dalam, dan menghancurkan usaha-usaha penyelesaian politik.

Sejatinya, Putin tanpa malu, mengatakan kepada Charlie Rose (CNN), hari Minggu lalu, ketika ditanya tentang serangan udara Rusia itu, apakah tujuannya menyelamatkan Assad, "Itu benar.. kami memberikan bantuan kepada pemerintah Suriah yang sah”, tuturnya.

Perang di Suriah telah melibatkan ribuan pejuang asing, dan para pejuang asing itu terlibat di medan perang langsung menghadapi rezim Bashar al-Assad. Dengan serangan udara yang dilakukan oleh Putin, semakin mendorong banyaknya para pejuang terjun ke Suriah.
Bersambung..

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment

Widget

Blogroll