Di banten pekerja kasar china digaji 15 juta, pekerja lokal 2 juta sebulan

Kaget! Asli kaget mas bro.. Lha piye? Pekerja kasar Aseng digaji 15 juta, sedangkan pekerja lokal digaji cuma 2 juta sebulan. Gaji pekerja lokal ndak ada seperempatnya gaji pekerja Aseng. Pemerintah e piye yo? Jare kerja kerja kerja.. Pekerja lokal digaji gur sak incrit!


pekerja kasar china

Di banten pekerja kasar china digaji 15 juta, pekerja lokal 2 juta sebulan

Awal Agustus 2016 lalu, sebanyak 70 pekerja kasar asal China diamankan Subdit I Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten.

Seperti dikutip Vivanews, para pekerja asing itu diamankan dari sebuah pabrik yang sedang dalam proses pembangunan untuk perusahaan semen di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, 70 warga Tiongkok ini merupakan buruh pekerja yang bekerja di perusahaan pabrik semen. Mereka diamankan aparat karena tidak memiliki dokumen ketenaga kerjaan resmi yang dikeluarkan dari kantor Imigrasi.

Direktur Krimsus Polda Banten, Komisaris Besar Nurullah, mengatakan 70 pekerja asal Tiongkok ini merupakan bagian dari 500 pekerja Tiongkok yang bekerja di pabrik semen tersebut. Jumlah pekerja Tiongkok yang diamankan ini masih berpotensi bertambah, karena sisanya masih cuti di negaranya.

"Mereka ada yang sudah satu tahun bekerja, ini masih kami cari keterangan," kata Kombes Nurullah, Selasa, 2 Agustus 2016. Selain tidak memiliki dokumen resmi, Nurullah mengatakan bahwa keberadaan pekerja ilegal asal Tiongkok ini diamankan karena keberadaannya sudah meresahkan masyarakat sekitar.

Yang lebih mengherankan lagi, dari pengakuan 70 pekerja ilegal Tiongkok ini kepada penyidik, mereka rata-rata digaji oleh perusahaan yang mempekerjakan mereka sebagai buruh kasar di Banten sebesar Rp 15 juta per bulan.

Kondisi sebaliknya justru dialami buruh warga sekitar, yang juga bekerja sebagai buruh kasar di pabrik tersebut. Warga lokal hanya digaji Rp 2 juta per bulannya.

"Mirisnya, tenaga kerja asal kita (Indonesia) hanya digaji Rp 2 juta per bulan. Rata-rata per hari Rp80 ribu, sedangkan TKA rata-rata per hari Rp 500 ribu," ujar Nurullah.

Kemudian, dari komposisi pekerja lokal dan asing di pabrik tersebut juga timpang. Berdarkan pemeriksaan jumlah pekerja lokal hanya 30 persen, dan 70 persen pekerja asing. Nurullah menegaskan akan memanggil perusahaan yang mempekerjakan warga China secara ilegal ini. Sebagaimana diketahui, keberadaan pekerja ilegal asal Tiongkok ini disalurkan oleh 7 perusahaan penyalur tenaga kerja asing ke Indonesia.

Polisi akan menindak perusahaan yang mempekerjakan warga Tiongkok secara ilegal itu sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pemilik perusahaan akan diancam hukuman maksimal 4 tahun penjara.


Sumber : voa

Editor : S Wahyudi

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment

Widget

Blogroll